Peringati Hari Anak Nasional, Anak Banten Serukan 12 Pesan

Sumber Gambar :

Kota Serang – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Drs. H. Ranta Soeharta, MM bersama Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Banten Dra. Hj. Dewi Indriati Rano hadir dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug - Kota Serang, Selasa (23/08/2016).


Peringatan HAN Tingkat Provinsi Banten ini dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten Asep Rahmatullah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Banten Engkos Kosasih Samanhudi, Asisten Daerah (Asda) II Pemprov Banten Eneng Nurcahyati, Kepala Badan Pemberdayaan Perempaun dan Masyarakat Desa (BPPMD) Banten Sigit Suwitarto dan ratusan tamu undangan.

Acara (Peringatan HAN) ini diisi berbagai macam kegiatan, salah satunya adalah penyampaian petisi yang berisi 12 Permintaan untuk pemerintah yang dibacakan perwakilan anak Banten.

Petisi yang berisi “Suara Anak Banten” tersebut bagian dari upaya untuk mewujudkan Banten yang layak anak. Adapun isinya antara lain meminta perlindungan anak dari kejahatan seksual dan menghukum pelakunya secara adil, meminta perlindungan anak dari tayangan iklan dan program televisi yang tidak pantas, meminta perlindungan dari pernikahan dini, meminta sekolah dan kurikulum yang ramah anak hingga sekolah di pelosok Banten, menjauhkan anak dari Narkotika.

Selain itu, anak Banten juga meminta agar dilibatkan, didengarkan aspirasi dan partisipasinya, menghentikan segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi terhadap anak, mendapatkan tayangan program televisi yang ramah anak, mempermudah pelayanan pembuatan akta kelahiran, fasilitas untuk anak kebutuhan khusus, dan wewujudkan lingkungan bermain layak anak.

Dalam smbutannya Sekda mengatakan, masa anak-anak adalah masa yang sangat menyenangkan, dunia yang penuh dengan keceriaan. Namun disisi lain masih ada permasalahan yang dialami oleh anak-anak saat ini, antara lain masih adanya anak yang belum memiliki kutipan akta kelahiran, informasi yang ada belum ramah anak, terbatasnya wadah partisipasi anak dan suara anak belum mewarnai proses pembangunan, masalah kesehatan anak, putus sekolah dan belum semua anak mendapatkan pendidikan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan permasalahan ini bisa terjadi. Diantaranya masalahn ekonomi, masalah keluarga, kurang perhatian hingga narkoba dan pergaulan bebas,” ujarSekda.

Oleh karena itu, harus ada komitmen yang sungguh-sungguh dari semua pihak, bukan hanya pemerintah tetapi seluruh elemen masyaarakat mulai dari lingkungan yang terkecil seperti keluarga, RT dan RW yang harus selalu menjaga agar kondisi lingkungannya tidak member kesempatan anak-anak berbuat yang tidak seharusnya.

Tentu saya berharap melalui Peringatan HAN ini, anak-anak semakin rajin menuntut ilmu, giat berolahraga, kreatif dalam karya seni dan yang terpenting adalah berbakti kepada orang tua. Semoga anak-anak di Banten ini tumbuh menjadi anak yang soleh, berakhlak mulia, cerdas, mulia, serta memiliki masa depan yang baik,” harapnya.

Ketua TP-PKK yang juga Bunda PAUD Banten menjelaskan, kebahagiaan seorang ibu adalah ketika anak-anaknya bisa tumbuh besar dengan sehat, cerdas dan ceria. Beliau juga mengingatkan, bahwa dijaman sekarang ini masih banyak saudara-saudara kita yang kehidupannya penuh dengan perjuangan keras, penuh keringat bahkan harga dirinya pun tergadaikana hanya demi menyambung hidup.

Tersenyumlah wahai anak-anak Indonesia, tumbuhlah dengan sehat, hadapi hidup dengan ceria, jadilah insan penebar rahmat, iman dan taqwa adalah pelindungmu, karena allah tujuannmu. Janganlah jadikan peringatan HAN ini sebagai ajang pesta pora tiada guna, tetapi harus menjadi ajang bebas berekspresi yang positif. Siapkan diri dengan pengatahuan tinggi, pacu dengan prestasi dan hiasi dengan budi pekerti,” ujar Ketua TP-PKK.

Pada kesempatan ini Kepala BPPMD Banten mengatakan, peringatan hari anak nasional yang mengusung tema ‘Akhiri Kekerasan Terhadap Anak’ ini harus dijadikan momentum yang sangat penting bagi semua pihak untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh lapisan agar menghormati, menghargai dan menjamin hak-hak anak tanpa mebeda-bedakan atau diskriminatif.

Menurutnya, anak-anak adalah tanggung jawab utama orang tua, karena baik dan buruknya sikap anak akan mencerminkan bagaimana ana dididik dan diperlakukan oleh orang tua.

Sementara lingkungan sekolah juga berkewajiban memberikan pendidikan sikap dan karakter yang baik bagi anak didiknya, termasuk media massa yang diharapkan bisa memberikan suguhan yang bisa mendidik anak-anak,” ujarnya.


Share this Post